Combatpedia – Nama Lennox Lewis kembali menjadi perbincangan hangat setelah legenda kelas berat itu mempertanyakan masa depan Anthony Joshua di dunia tinju profesional. Komentar tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Joshua meraih kemenangan TKO ronde kedua atas Kristian Prenga dalam laga comeback yang berlangsung di Jeddah. Meski kemenangan tetap menjadi milik Joshua, jalannya pertandingan justru memunculkan lebih banyak tanda tanya daripada jawaban. Joshua sempat dua kali terjatuh pada ronde pertama sebelum akhirnya bangkit dan menghentikan perlawanan lawannya. Situasi tersebut membuat banyak pengamat menilai performa mantan juara dunia itu belum benar-benar kembali ke level terbaiknya. Di tengah antusiasme menuju duel besar melawan Tyson Fury, pernyataan Lennox Lewis menjadi salah satu topik paling banyak dibahas di kalangan penggemar tinju.
Baca Juga: Charles Oliveira Yakin Ian Machado Garry Punya Peluang Besar Kalahkan Islam Makhachev di UFC 330
Dua Kali Terjatuh Menjadi Alarm bagi Banyak Pengamat
Comeback Anthony Joshua sebenarnya membawa cerita emosional setelah ia kembali bertanding usai melewati masa sulit akibat kecelakaan mobil yang merenggut nyawa dua sahabat dekatnya. Namun, dari sisi teknis, laga melawan Kristian Prenga tidak berjalan sesuai harapan. Pada ronde pertama, Joshua dua kali terjatuh akibat pukulan petinju Albania tersebut. Meskipun berhasil membalikkan keadaan melalui kemenangan TKO di ronde kedua, banyak analis menilai kelemahan defensif Joshua masih terlihat jelas. Dalam dunia kelas berat, kesalahan sekecil apa pun dapat berujung kekalahan karena kekuatan pukulan para petinju berada di level tertinggi. Oleh sebab itu, kemenangan tersebut justru membuka ruang diskusi mengenai kesiapan Joshua menghadapi lawan yang jauh lebih berbahaya pada pertandingan berikutnya.
Lennox Lewis Menilai Joshua Tidak Lagi Seperti Dulu
Sebagai mantan juara dunia kelas berat yang pernah mendominasi era 1990-an hingga awal 2000-an, Lennox Lewis memiliki pandangan yang sangat diperhitungkan. Dalam komentarnya, Lewis mempertanyakan apakah Anthony Joshua masih layak bersaing di level elite. Menurutnya, Joshua tidak lagi menunjukkan aura petinju yang mampu mengendalikan pertandingan sejak awal hingga akhir. Ia menilai dua knockdown dari lawan yang tidak terlalu diunggulkan menjadi sinyal bahwa performa Joshua telah mengalami penurunan dibandingkan masa kejayaannya. Meski tidak secara langsung meminta Joshua pensiun, Lewis mengisyaratkan bahwa keputusan melanjutkan karier harus dipertimbangkan dengan sangat matang. Pendapat tersebut langsung memicu perdebatan karena datang dari salah satu legenda terbesar dalam sejarah tinju kelas berat.
Duel Tyson Fury Dinilai Menjadi Tantangan Terbesar
Perhatian publik kini mengarah pada rencana pertarungan Anthony Joshua melawan Tyson Fury yang dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026. Laga ini telah lama dinantikan karena mempertemukan dua nama terbesar dalam tinju Inggris. Akan tetapi, Lennox Lewis menilai situasinya kini berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Menurutnya, duel tersebut lebih didorong oleh nilai komersial daripada persaingan dua petinju yang sedang berada di puncak performa. Meski Fury juga menuai kritik atas penampilan terbarunya, Lewis tetap menganggap “The Gypsy King” memiliki peluang lebih besar berkat performa yang dinilai lebih stabil. Pendapat ini semakin menarik karena sebagian penggemar justru melihat kedua petinju sama-sama mengalami penurunan dibandingkan masa emas mereka.
Pengalaman Lewis Membuat Pendapatnya Sulit Diabaikan
Komentar Lennox Lewis bukan sekadar opini biasa. Selama karier profesionalnya, ia dikenal sebagai salah satu heavyweight terbaik sepanjang masa dengan kemenangan atas banyak petinju elite. Pengalamannya menghadapi berbagai gaya bertarung membuat analisisnya memiliki nilai tersendiri. Ketika Lewis berbicara mengenai kesiapan seorang petinju menghadapi laga besar, banyak penggemar maupun analis memilih mendengarkan. Di sisi lain, Lewis juga dikenal cukup objektif dalam memberikan penilaian, termasuk kepada petinju Inggris. Karena alasan itu, kritiknya terhadap Anthony Joshua tidak dianggap sebagai bentuk permusuhan, melainkan evaluasi berdasarkan pengalaman panjang di level tertinggi. Hal inilah yang membuat komentarnya cepat menyebar dan menjadi bahan diskusi di berbagai media olahraga.
Baca Juga: Pierce O’Leary vs Mark Chamberlain: Rival Eropa Akhirnya Bertemu di Dublin
Masih Ada Alasan untuk Tetap Percaya pada Anthony Joshua
Walaupun kritik terus berdatangan, tidak sedikit pihak yang masih percaya Anthony Joshua mampu kembali ke performa terbaiknya. Beberapa pengamat menilai kemenangan atas Kristian Prenga menunjukkan mentalitas yang kuat karena Joshua berhasil bangkit setelah mengalami dua knockdown. Selain itu, ia kini menjalani pendekatan latihan yang berbeda dibandingkan beberapa tahun terakhir. Kemampuan beradaptasi saat menghadapi tekanan juga dianggap sebagai modal penting menjelang laga berikutnya. Dalam tinju profesional, banyak petinju besar pernah mengalami masa sulit sebelum kembali meraih kesuksesan. Oleh karena itu, terlalu cepat menyimpulkan bahwa karier Joshua telah berakhir juga bukan keputusan yang bijak. Semua jawaban kemungkinan baru akan terlihat ketika ia menghadapi lawan dengan kualitas setara Tyson Fury.
Reaksi Penggemar Terbelah Menanggapi Kritik Lewis
Komentar Lennox Lewis memunculkan respons yang beragam di kalangan penggemar tinju. Sebagian setuju bahwa Joshua sudah tidak lagi berada di level elite setelah melihat performanya melawan Prenga. Namun, sebagian lain menganggap satu pertandingan tidak cukup untuk menilai masa depan seorang mantan juara dunia. Di berbagai forum tinju, banyak penggemar justru menilai duel Joshua melawan Fury akan menjadi lebih menarik karena keduanya sama-sama memperlihatkan celah dalam penampilan terakhir mereka. Perdebatan tersebut membuat antusiasme menuju pertarungan semakin tinggi. Terlepas dari siapa yang benar, diskusi ini membuktikan bahwa nama Anthony Joshua masih memiliki daya tarik besar dalam dunia tinju internasional.
Pertarungan Berikutnya Akan Menjadi Penentu Karier Joshua
Pada akhirnya, masa depan Anthony Joshua kemungkinan besar akan ditentukan oleh penampilannya dalam laga berikutnya. Jika mampu mengalahkan Tyson Fury atau setidaknya tampil meyakinkan, kritik yang dilontarkan Lennox Lewis bisa saja berubah menjadi pujian. Sebaliknya, apabila Joshua kembali menunjukkan kelemahan yang sama, keraguan terhadap kemampuannya akan semakin menguat. Dunia tinju memang dikenal sebagai olahraga yang sangat cepat berubah. Seorang petinju bisa kembali dipuji setelah satu kemenangan besar atau sebaliknya kehilangan status elite hanya karena beberapa penampilan yang mengecewakan. Karena itu, komentar Lennox Lewis saat ini bukanlah akhir dari cerita, melainkan awal dari babak baru yang akan menentukan bagaimana sejarah mengingat Anthony Joshua di masa depan.
