Combatpedia – Devin Haney kembali mencuri perhatian dunia tinju dengan cara yang penuh gengsi dan determinasi. Setelah dua tahun diguncang kritik, keraguan, dan bayang-bayang masa lalu, ia akhirnya membuktikan bahwa dirinya masih berada di barisan teratas petinju era modern. Pertarungannya melawan Brian Norman Jr. di Arab Saudi bukan hanya sekadar duel memperebutkan gelar, melainkan perjalanan emosional yang menandai babak baru dalam kariernya. Dengan kemenangan angka mutlak yang solid, Haney seakan berkata pada dunia bahwa perjalanan menuju status legenda masih jauh dari selesai.
“Baca juga: Michael Morales Siap Tantang Islam Makhachev, namun Tak Menutup Pintu Bertarung dengan Carlos Prates“
Dominasi Devin Haney Sejak Ronde Awal
Sejak bel berbunyi, Devin Haney tampil dengan intensitas berbeda lebih fokus, lebih tajam, dan lebih berani mengambil risiko. Pada ronde kedua, ia menjatuhkan Norman dengan rangkaian pukulan cepat yang menunjukkan kombinasi timing dan teknik kelas dunia. Meskipun Norman berupaya membalas dan tetap bertahan, tempo Haney terlalu disiplin dan terlalu rapi untuk dibiarkan terbaca. Karena itu, tidak mengherankan jika para juri memberikan skor telak: 114-113, 117-110, dan 116-111.
Rekor Cemerlang Devin Haney dan Status Tiga Divisi Juara
Dengan kemenangan ini, catatan Devin Haney kini menjadi 32-0 (1 no contest) dengan 15 kemenangan KO. Setiap pertarungan yang ia jalani tampaknya semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu petinju paling konsisten dalam satu dekade terakhir. Selain itu, sabuk WBO kelas welter yang kini ia genggam melengkapi statusnya sebagai juara dunia tiga divisi. Ini bukan prestasi kecil hanya sedikit petinju yang mampu meraih gelar di beberapa kelas sambil tetap menjaga rekor nyaris sempurna.
Bayang-Bayang Masa Lalu yang Menghantui
Meski sedang berada di puncak, perjalanan Devin Haney selama dua tahun terakhir bukanlah jalan mulus. Pada April 2024, ia mengalami salah satu malam paling kelam dalam kariernya ketika Ryan Garcia menjatuhkannya tiga kali dalam duel yang sangat kontroversial. Meski kemudian hasil pertandingan diubah menjadi no contest setelah Garcia terbukti memakai zat terlarang, luka mental itu tetap membekas. Selain itu, performanya yang kurang meyakinkan saat menang angka atas Jose Ramirez pada 2025 membuat beberapa pihak mulai mempertanyakan apakah Haney masih memiliki “api” yang sama seperti saat masih muda dan tak terkalahkan.
Tekad Devin Haney dalam Momen Penebusan
Setelah mengalahkan Norman, Devin Haney berbicara dengan suara bergetar. Ia tidak lagi sekadar juara; ia adalah seseorang yang sedang mencari penebusan diri. Dalam wawancara bersama DAZN PPV, ia dengan jujur berkata, “Pada 2024, saya kehilangan segalanya. Semua runtuh. Di 2025, saya datang untuk merebutnya kembali. Dan di 2026, saya akan datang untuk semuanya.” Kalimat itu menggambarkan tekad seorang petarung yang tidak menyerah pada stigma, komentar pedas, atau kegagalan masa lalu. Justru, ia menjadikannya bahan bakar untuk bangkit.
“Baca juga: Islam Makhachev Menanggapi Ian Machado Garry, Soroti Status Shavkat Rakhmonov yang Absen Setahun“
Makna Kemenangan WBO bagi Masa Depan Kariernya
Gelar WBO kelas welter tidak hanya menambah koleksi sabuk Haney; gelar itu juga membuka kesempatan duel besar di masa depan. Dunia tinju kini semakin menanti siapa yang akan menjadi lawan berikutnya. Apakah ia akan menghadapi sang juara tak terkalahkan lainnya di divisi welter? Atau mungkin rematch dengan Ryan Garcia jika situasi kembali memungkinkan? Pilihannya banyak, dan setiap pilihan membawa potensi drama serta perhatian besar.
Mengapa Kemenangan Ini Sangat Penting bagi Devin Haney
Kemenangan ini terasa berbeda karena menjadi simbol perjalanan panjang yang penuh tekanan. Banyak petinju bisa menang, tetapi tidak semua mampu bangkit setelah kejatuhan mental dan reputasi. Devin Haney menunjukkan bahwa ia bukan hanya petarung berbakat, tetapi juga pribadi tangguh yang berani menghadapi kegagalan. Dari sudut pandang saya pribadi, ini adalah salah satu penebusan terbaik dalam dunia tinju modern kisah comeback yang menunjukkan betapa kuatnya kemauan seorang atlet.
Apa yang Menanti Devin Haney pada Tahun 2026?
Dengan semangat baru, pengalaman pahit yang menjadi pelajaran, serta gelar WBO yang kini melingkar di pinggang, Devin Haney tampaknya memasuki fase paling penting dalam kariernya. Tahun 2026 bisa menjadi panggung penentu, apakah ia benar-benar akan merebut “semuanya” seperti yang dijanjikannya. Penggemar tinju, analis olahraga, hingga para rivalnya kini menunggu langkah berikutnya dengan penuh antisipasi.
Devin Haney dan Kebangkitan Sang Juara
Perjalanan Devin Haney adalah pengingat bahwa bahkan atlet terbaik pun bisa mengalami kejatuhan. Namun, yang membedakan legenda dari sekadar juara adalah kemampuan untuk bangkit, memperbaiki diri, dan kembali merebut kejayaan. Kemenangan atas Brian Norman Jr. bukan hanya menambah catatan prestasi, tetapi juga menjadi pernyataan bahwa The Dream masih hidup dan masih sangat berbahaya.
